Adab makan n minum

May 19th, 2008 by huriyah

Adab makan dan minum

1. Berusahalah dengan hati-hati untuk mencari makanan yang halal.

Allah
. berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki
yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (Al-Baqarah: 172).

Yang baik di sini ertinya yang halal.

2. Makan dan minum diniatkan agar mampu beribadah kepada Allah, sehingga bernilai ibadah serta mendapat pahala.

3. Cuci tangan sebelum dan setelah makan, dan bersihkan mulut terutama jika hendak menuju sholat.

4.
Hendaklah merasa puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada, dan
jangan sekali-kali mencelanya. Abu Hurairah z menuturkan, “Rasulullah n
sama sekali tidak pernah mencela makanan. Apabila beliau suka sesuatu
ia makan dan jika tidak, maka beliau tinggalkan.” (Muttafaq ’alaih).

5.
Jangan makan sambil bersandar atau dengan keadaan meniarap. Rasulullah
n bersabda; “Aku tidak makan sambil bersandar”. (HR. Al-Bukhari).

Ibnu
Umar z menuturkan: “Rasulullah n melarang dua tempat makan, iaitu duduk
di meja tempat minum khamar dan makan sambil meniarap.” (HR. Abu Daud,
dishahihkan oleh Al-Albani).

6. Jangan menggunakan bejana emas
dan perak. Nabi S.a.w bersabda, “….. dan janganlah kamu minum dengan
menggunakan bejana yang terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula
kamu makan dengan piring yang terbuat darinya, kerana keduanya untuk
mereka (orang kafir) di dunia ini dan untuk kita di akhirat kelak.”
(Muttafaq ’alaih)

7. Mulailah makan dan minum dengan membaca
bismillah dan diakhiri dengan alhamdulillah. Rasulullah n bersabda,
“Apabila seorang di antara kalian makan, hendaklah menyebut nama Allah
. dan jika lupa menyebut nama Allah . di awalnya maka hendaklah
mengatakan: Bismillahi fi awwalihi wa akhirihi.” (HR. Abu Daud dan
dishahihkan oleh Al-Albani).

Dan mengakhiri dengan Hamdalah,
Rasulullah n bersabda, “Sesungguhnya Allah sangat meredhai hamba yang
apabila telah memakan suatu makanan ia memuji-Nya dan apabila meminum
minuman ia pun memuji-Nya.” (HR. Muslim).

8. Makanlah dengan tangan kanan dan mulailah dari yang ada di depanmu.

Rasulullah
n bersabda kepada Umar bin Salamah, “Wahai anak muda, sebutlah nama
Allah dan makanlah dengan tangan kananmu serta makanlah apa yang di
dekatmu.” (Muttafaq ’alaih).

9. Makanlah dengan tiga jari dan
menjilati jari-jari itu sesudah makan. Ayah Ka`ab bin Malik menuturkan,
“Rasulullah n makan dengan tiga jari dan beliau menjilatinya sebelum
mengelapnya.” (HR. Muslim).

10. Ambillah makanan yang terjatuh
dan buang bahagian yang kotor lalu memakannya. Rasulullah n bersabda,
“Apabila suapan makan seorang dari kamu jatuh hendaklah ia memungut dan
membuang bahagian yang kotor, lalu makanlah ia dan jangan membiarkannya
untuk syetan.” (HR. Muslim).

11. Jangan meniup makan yang masih
panas atau bernafas di saat minum. Ibnu Abbas menuturkan, “Bahawasanya
Nabi n melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya.” (HR.
At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

12. Makanlah
secukupnya, jangan berlebih-lebihan. Rasulullah n bersabda, “Tiada
tempat yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seseorang daripada perutnya.
Cukuplah bagi seseorang beberapa suap saja untuk menegakkan tulang
punggungnya; jikapun terpaksa, maka sepertiga untuk makanannya,
sepertiga untuk minumannya dan sepertiga lagi untuk bernafas.” (HR.
Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani).

13. Sebagai tuan rumah jangan melihat wajah tamu yang sedang makan, tundukkan pandangan, agar tidak mengganggu perasaan mereka.

14.
Jangan memulai makan jamuan jika di dalam majlis ada orang yang lebih
berhak memulai, seperti yang lebih tua atau mempunyai kedudukan.

15.
Jangan melakukan hal-hal yang menjijikkan, seperti memasukkan tangan ke
bejana, atau mendekatkan kepala ke tempat makanan di waktu makan, atau
membicarakan perkara-perkara yang menjijikkan.

16. Jangan minum
langsung dari bibir bejana (wadah air). Ibnu Abbas z berkata, “Nabi n
melarang minum dari bibir bejana wadah air.” (HR. Al-Bukhari).

17.
Minumlah sambil duduk, kecuali jika berhalangan. Sahabat Anas
menuturkan, “Bahawa sesungguhnya Nabi n melarang minum sambil berdiri.”
(HR. Muslim). No. 2023, Ahmad 11775, At Tirmidzi No. 1879 Abu Daud:
3717 Ibnu Majah 3424, Ad Darimi: 2127.

18. Dahulukan makan sebelum shalat jika anda telah lapar. Rasulullah n bersabda:

“Tidak sempurna shalat dengan datangnya makanan dan tidak pula jika seseorang menahan dua hadats” (HR. Muslim:560, Ahmad:

23646, Abu Daud; 89)

19.
Dahulukan makan dari tepi piring jangan dari atas atau tengahnya (HR.
Abu Daud; 3772, Ahmad; 2435; At Tirmidzi; 1805, Ibnu Majah; 3277, Ad
Darimi; 2036, 2046 dari Ibnu Abbas z.

20. Jangan mengambil
terlalu banyak bila makan bersama orang lain, kecuali jika atas izin
kawan dalam jamuan itu. (HR. Al Bukhari; 2455, Muslim; 2045, Ahmad;
5027, At Tirmidzi; 1814, Abu Daud; 3834, Ibnu Majah; 3331, dari Syu’bah
dari Jablah z.

21. Tunggulah makanan yang masih panas, jangan
dimakan sampai hilang wap panasnya kerana itulah yang lebih besar
barokahnya. (HR. Ad Darimi; 2047, Ahmad; 26418, dari Asma bin Abu bakar
z.

22. Disunnahkan bagi tuan Rumah atau yang memberi minum untuk
minum terakhir setelah giliran para tamu. (HR. Muslim; 681, Ahmad;
22041, At Tirmidzi; 1894, Ibnu Majah; 3436, Ad Darimi; 2135 dari
Qatadah z.

23. Diizinkan makan sambil berbicara yang baik, mensyukuri dll. (lihat riwayat Imam Ahmad “Adab Syariah 3:163)

24.
Disunnahkan makan sambil berkumpul (HR. Muslim No. 2059, Ahmad; 13810,
At Tirmidzi; 1820, Ibnu Ma-jah; 3254, Ad Darimi; 2044, dari Jabir bin
Abdullah c.

Menggapai Bahagia Dengan Istri Sholihah

July 27th, 2007 by huriyah

610728956lSalah satu faktor kebahagian seorang lelaki muslim dalam kehidupan di dunia ini adalah dianugerahinya seorang istri yang mampu menjadi penenang baginya sebagai teman bergaul, berbincang-bincang, berdiskusi. Sebaliknyapun ia mampu juga menjadi penenang bagi istrinya, sehingga mengalirkan kasih sayang dan cinta di antara mereka dengan mendambakan surga agar dapat menjadi tempat berkumpul mereka yang kekal abadi.

Kesholihan suami dan istri dapat menumbuhkan ketentraman jiwa, kebahagian
hati serta kelapangan dada, yang semua ini akan membantunya dalam mengemban
tugas-tugas yang menyangkut agama dan dunia dengan nyaman, tanpa gangguan
batin, disamping akan membantu pula dalam menjalankan kewajiban mendidik
anak-anak, yang merupakan penopang dalam perjuangan menegakkan syariat Islam
secara baik. Istri yang sholihah akan selalu menaati suaminya sebagaimana yang pernah dituturkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah:Tidak ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh wanita, setelah hak Alloh dan Rasul-Nya, yang lebih wajib daripada hak suami.Dan ketika suami memandang kepada dirinya dia menyenangkan mata dan hati, jika suami bersumpah terhadapnya, dia segera mengabulkan sumpah suaminya itu, dan jika suaminya pergi, dia menjaga kehormatan diri dan menjaga harta suaminya.

Seorang wanita yang telah menemukan suami sholih yang sesuai dengan dambaannya, seyogyaanya berusaha mendapat keridhoannya dan menjauhi segala yang dapat menyakitinya.Haruslah para istri untuk bertakwa kepada Allah Azza wa
Jalla dalam bersikap pada suaminya. Sungguh, dia bisa menjadi Surgamu atau Nerakamu, sebagaimana sabda Rasululloh shalallahu ‘alahi wa sallam kepada salah
seorang istri sahabatnya:Apakah engkau mempunyai suami?.Dia menjawab,Betul, ya
Rasululloh.Rasululloh bertanya,Bagaimana sikapmu terhadapnya?Dia menjawab,Saya
tidak mengurangi ketaatan kepadanya sedikitpun, kecuali dalam hal yang saya
tidak mampu.Rasululloh bersabda, Perhatikan bagaimana sikapmu terhadapnya, sungguh dia itu merupakan Surga dan Nerakamu.(HR. Tirmidzi)

Bersungguh-sungguh mengendalikan dan memperbaiki diri menuntut perjuangan yang cukup panjang dan proses yang sangat berat. Akan tetapi, akibatnya adalah sangatlah nikmat, InsyaAllah. Jika seorang istri adalah seorang wanita sholihah, membenahi dirinya agar menjadi sholihah serta mengendalikan dirinya kepada kebaikan, dia akan mendapatkan banyak kebaikan diantaranya yang paling utama adalah pahala dan balasan serta kebahagian dunia dan akhirat. Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
(Qs.An Nahl: 97)

Untuk saudariku mari sama-sama kita terus belajar perbaiki diri supaya bisa
menjadi istri yang sholihah dan untuk para calon suami/suami juga terus perbaiki diri supaya bisa membimbing istri menjadi istri dambaan suami,istri yang sholihah..

Resep Berupa Sepuluh Butir Pesan..

July 27th, 2007 by huriyah

Di antara pesan-pesan yang tidak termakan oleh zaman adalah pesan seorang ibu kepada anak perempuannya saat menghadapi pernikahan. Meskipun telah berlalu masa 15 abad dari pesan ini, ia masih tetap sebagai resep yang efektif bagi orang yang ingin mengamalkannya dan memberikan jaminan bagi kesehatan dan kebahagiaan rumah tangganya.

‘Amr ibnu Hajar,raja Kindah dari Dinasti Ghasasinah, telah melamar Ummu Iyas binti ‘Auf bin Muhallam Asy-Syaibani. Ketika hampir tiba saat pernikahannya yang sesudah itu anak perempuannya pasti diserahkan kepada suaminya,sang ibu yang bernama Umamah binti Al-Harits memanggil putrinya sendirian, lalu mengatakan kepadanya suatu pesan yang mengandung dasar-dasar kehidupan rumah tangga yang bahagia dan apa yang harus dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Untuk itu,sang ibu berkata sebagai berikut :

"Wahai anakku sayang, seandainya pesan ini tidak perlu dikemukakan karena keutamaan pekerti orang yang akan diberinya, tentulah ibu tidak akan memberikannya kepadamu. Akan tetapi, pesan ini akan menjadi peringatan bagi orang yang lalai dan akan memberikan bantuan bagi orang yang berakal.

Seandainya seorang wanita tidak memerlukan suami karena kekayaan kedua orang tuanya yang memang sangat memerlukannya, tentulah engkau adalah orang yang paling tidak memerlukannya. Akan tetapi, sudah menjadi kodrat bagi kaum wanita bahwa mereka diciptakan untuk kaum pria, dan sebaliknya kaum pria pun diciptakan untuk mereka.

Selesa
Wahai anakku sayang, sesungguhnya sebentar lagi engkau akan berpisah dari nuansa tempat kelahiranmu dan akan meninggalkan sarang tempat engkau dibesarkan menuju sarang yang belum engkau kenal dan akan hidup bersama dengan teman yang belum engkau kenal benar. Kelak dia akan menjadi penguasa yang terus mengawasi dan memilikimu. Oleh karena itu, jadilah engkau sebagai budak perempuannya niscaya dia pun menjadi budak laki-lakimu.

Peliharalah terhadapnya sepuluh pekerti berikut, niscaya dia akan menjadi pemelihara bagimu :

  1. Bersikap khusyu’lah engkau kepadanya dengan menerima apa adanya.
  2. Tunduk patuhlah engkau kepadanya dengan sebaik-baiknya.
  3. Perhatikanlah selalu hal-hal yang biasa dilihat olehnya, jangan sampai matanya melihat kamu dalam keadaan buruk penampilan.
  4. Perhatikan pula apa yang biasa diciumnya, jangan sampai penciumannya mengendus darimu kecuali bau harus yang disukainya.
  5. Perhatikanlah selalu waktu tidurnya, karena kurangnya tidur akan membangkitkan emosi kemarahannya.
  6. Perhatikanlah selalu waktu makannya, karena sesungguhnya himpitan rasa lapar akan membakar emosi kemarahan.
  7. Jagalah hartanya dan layanilah dia.Adapun pokok permasalahan yang berkaitan dengan harta adalah mengaturnya dengan baik.
  8. Layanilah pula anak-anaknya dan yang berkaitan dengan anak-anak adalah mendidiknya dengan baik.
  9. Jangan sekali-kali engkau mendurhakai perintahnya, karena sesungguhnya jika engkau melanggar perintahnya, berarti engkau akan membuat dadanya bergejolak.
  10. Jangan sekali-kali engkau membocorkan rahasianya, karena jika engkau membocorkan rahasianya, berarti engkau tidak akan terhindar dari penghianatannya.

Selanjutnya," janganlah sekali-kali engkau terlihat gembira di hadapannya,sedang dia dalam keadaan murung, dan jangan sampai engkau bersedih di hadapannya, sedang dia dalam keadaan gembira."

Wahai saudariku yang ku sayang, mari sama-sama kita belajar untuk mengamalkan pesan ini satu persatu, supaya kita bisa menjadi istri yang sholihah dambaan suami,insyaAllah.

                                                                              

- Risalah Mukminah Jangan Terpedaya 1-

Berjabat Tangan Dengan Pria

July 27th, 2007 by huriyah

Aku beberapa tahun silam saat duduk dibangku kuliah, saat berdiskusi yang dilakukan oleh dosen kami yang mengajarkan Al Qur’an dan Hadits tentang " Apakah yang dimaksud dengan batalnya wudhu’ seorang lelaki bila bersentuhan dengan wanita? Apakah hal itu berarti bahwa wanita itu najis? " Selanjutnya, sang dosen meminta kepada para mahasiswa untuk memberikan komentar atau jawabannya.

Jawaban dan komentar para mahasiswa berbeda-beda: di antara mereka ada yang mengatakan :" Sesungguhnya yang menetapkan demikian hanyalah madzhab Syafi’i semata." Di antara mereka ada juga yang menafikkan pengertian najisnya wanita karena batalnya wudhu’ lelaki bila bersentuhan dengannya.Demikian seterusnya.

Sudah barang tentu jawaban yang paling sederhana adalah perertian kebalikannya, yaitu bahwa wanita pun menjadi batal wudhu’nya karena bersentuhan dengan lelaki lain yang bukan mahromnya, maka apakah dengan demikian dikatakan bahwa lelaki itu najis?

Duduk permasalahan yang sama terjadi pula dalam masalah larangan lelaki berjabat tangan dengan wanita lain, karena sesungguhnya orang-orang yang suka menimbulkan kehebohan menyorotkan pandangan mereka hanya pada larangan bagi seorang pria berjabat tangan dengan wanita lain. Padahal larangan yang sama ditujukan pula pada jabat tangan yang dilakukan oleh seorang wanita dengan lelaki lain.

Jabat_tangan_1
Di antara realita yang sangat indah berhubungan dengan masalah jabat tangan ini adalah kisah yang diceritakan oleh Prof. Mahmud Mahdi Al Instambul dalam bukunya yang berjudul Cinderamata Pengantin. Beliau mengatakan di dalamnya bahwa pernah seorang ulama sholih diundang ke suatu perjamuan. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan seorang wanita yang bertugas menyambut kedatangan para tamu. Wanita itu pun mengulurkantangannya untuk berjabat tangan dengan orang sholih itu, tetapi orang sholih itu menolaknya sehingga dari roman muka wanita itu rasa kecewa.

Tidak lama kemudian orang sholih itu memanggil wanita itu dan berkata kepadanya : " Saya ingin meminta maaf kepadamu.Bolehkah aku berterus terang kepadamu?. " Wanita itu menjawab: "Silahkan,apa yang ingin engkau kemukakan?." Orang sholih itu berkata: "Aku ingin berterus terang kepadamu bahwa apabila aku berjabat tangan denganmu dan ternyata kujumpai tanganmu lebih manis dan lebih lembut daripada tangan istriku, maka sesungguhnya kemanisan istriku pudar dari mataku. Saya kira engkau pun akan serupa denganku, apabila engkau jumpai tanganku lebih manis daripada tangan suamimu,maka sesungguhnya kemanisan suamimu akan pudar dari matamu. Akan tetapi, apabila kita tidak berjabat tangan dan masing-masing dari kita puas dengan pasangan sendiri, maka hal ini akan mengandung kebaikan, kedamaian, dan kesucian bagi semuanya. "

                                                                                        

 - Risalah Mukminah Jangan Terpedaya 1 -

Wahai Kaum Wanita, Belajarlah Dari Madrasah si Gadis Manis, Fathimah ‘Asybun !!

July 26th, 2007 by huriyah

Prohijab_logo
Wahai Kaum Wanita, Belajarlah Dari Madrasah Si Gadis Manis,Fathimah ‘Asybun !!

Fathimah ‘Asybun, seorang gadis muslim,dilahirkan di Perancis dan dibesarkan di negeri tersebut. Dia adalah salah seorang murid yang terkena larangan oleh kepala sekolah Perancis masuk sekolah dengan berjilbab.

Bagaimana reaksi Fathimah?? Dia mengatakan :" Aku tidak bakal melepaskan jilbabku apa pun konsekuensinya yang harus kuterima!" Selanjutnya, ia menambahkan dalam keterangannya saat diwawancarai oleh majalah Vigaro Perancis bahwa dirinya tidak pernah menggunakan narkoba seperti murid lainnya yang ada di sekolah. Ia pun tidak pernah mengenakan David Star yang diizinkan oleh kepala sekolahnya untuk murid-murid beragama Yahudi. Akan tetapi, dia merasa heran karena dilarang menutupi rambut kepalanya,terlebih lagi dia sudah mengenakan jilbab sejak dua tahun yang lalu tanpa ada reaksi apa pun dari pihak para guru yang mengajar di sekolahnya.

Fathimah menganggap bahwa kepala sekolah adalah sosok lelaki yang fanatik etnis yang harus segera dipecat dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan tunduk terhadap tekanan untuk meninggalkan jilbab, meskipun tekanan ini  datang dari pihak orang tuanya sendiri.

Selanjutnya, Fathimah menjelaskan bahwa dirinya tetap akan tinggal di Perancis: "Aku dilahirkan di Perancis dan akan tetap tinggal di Perancis.Aku tidak akan mau meninggalkannya, karena Perancis adalah negaraku dan aku ingin menyelesaikan sekolahku, kemudian melanjutkannya di fakultas kedokteran."

Fathimah pun menyinggung perihal keadaan dirinya bahwa dirinya adalah seorang murid  yang selalu unggul dalam semua mata pelajaran dan selalu meraih nilai ujian tertinggi. Akan tetapi, imannya kepada Allah jauh lebih kuat daripada ketergantungannya kepada sekolah dan ia mengatakan:" Jika mereka masih juga berupaya menghalangi untuk masuk sekolah, maka lebih baik aku akan tinggal di rumah saja."

Allah Maha Besar!! Betapa besarnya sikap yang dipegang oleh muslimat kecil nan manis ini, yaitu sikap mulia,sikap wibawa, dan sikap keimanannya.

Gadis muslimat kecil yang dilahirkan dalam lingkungan masyarakat yang terkenal kebobrokan akhlaqnya,yaitu masyarakat Perancis. Meskipun demikian,ia tumbuh sebagai seorang gadis mukmin lagi bertaqwa,selalu berbaik sangka kepada Allah, bangga dengan jilbabnya, dan lebih memprioritaskan imannya daripada sekolahnya.

Bacalah,wahai saudari muslimku, keimanan kuat yang ada dalam diri gadis remaja ini melalui ungkapan " Aku tidak akan menanggalkan jilbabku, apapun konsekuensi yang akan kuterima!."

Selanjutnya bacalah ungkapan berikutnya, wahai saudariku muslimku!" Aku tidak akan tunduk kepada tekanan dari pihak manapun yang menyuruhku untuk menanggalkan jilbabku, meskipun tekanan ini datang dari pihak orang tuaku sendiri!"

Mahasuci Allah…!!! Betapa mengagumkan sikapnya ini!

Seperti itulah reaksi iman bila telah merasuk ke dalam kalbu seseorang, akan mampu merubah sosok gadis remaja manis lagi lemah ini menjadi wanita muslim yang tegar dan kuat ( bak batu karang yang tak bergeming sedikit pun terhadap gempuran ombak sekuat apapun).

Wahai saudari yang belum berjilbab, renungkanlah kebanggaan Fathimah ‘Asybun dengan penuh antusias, meskipun ia harus menentang arus dari manusia seluruhnya dan meskipun jika orang tuanya termasuk salah satu diantara mereka yang menentangnya??

Wahai wanita yang belum berjilbab, wahai wanita yang masih belum sholat, wahai wanita yang merasa malu dengan Islamnya, wahai wanita yang tak berdaya menghadapi tekanan berbagai ujian zaman, bergabunglah dengan madrasah gadis remaja muslim Fathimah ‘Asybun untuk menimba darinya berbagai pelajaran tentang keimanan, kemuliaan, dan keteguhan hati!.

                                                                      - Risalah Mukminah, Jangan Terpedaya 1 -

Kisah Ali bin Abi Thalib dengan Orang Nasrani

April 18th, 2007 by huriyah

Suatu hari Ali tergesa-gesa untuk menunaikan shalat subuh berjama’ah dengan Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid,Saidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat yang sedang berjalan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita(lampu) untuk menerangi jalan yang gelap gulita.


Madyan56Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu karena tidak ingin berjalan mendahului orang tua itu karena hormatnya. Setibanya di masjid, Ali bergegas masuk ke masjid dan menemukan Rasulullah sedang ruku’. Kali itu,ruku’ Rasulullah sungguh lama,tidak seperti biasa,seolah-olah menanti Ali turut serta shalat berjama’ah.


Setelah selesai shalat, Ali bertanya, "Ya Rasulullah, kenapakah engkau memanjangkan ruku’ pada kali ini, belum pernah engkau lakukan ini sebelumnya."
Jawab Rasulullah: "Semasa aku ruku’ dan ketika aku hendak i’tidal, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan menekan belakangku. Setelah lama menekan barulah aku dapat i’tidal.

Mendengar itu,Ali pun menceritakan apa yang terjadi semasa perjalanannya ke masjid tadi. Rupa-rupanya Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah supaya menanti agar Ali dapat ikut serta berjama’ah. Ali dapat shalat subuh nerjama’ah bersama-sama Rasulullah karena sikapnya yang merendah diri dan menghormati orang tua Nasrani itu.

Semoga kita semua bisa mengambil ibroh dari cerita di atas.

Ukhti Indahkan Jilbabmu

April 15th, 2007 by huriyah

Besmala4
                                                   

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara
berpakaian pun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa
yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik
itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justru jelek
menurut Alloh. Alloh berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu
padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Alloh lah yang Maha mengetahui
sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(Al Baqoroh: 216).

Oleh karenanya
marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai
cara berpakaian.

Perintah dari Atas Langit

Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab
sesuai syari’at. Alloh berfirman:

“Wahai Nabi katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman
agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.
Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang.
Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
(Al Ahzab: 59)

Ketentuan Jilbab Menurut Syari’at

Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah
berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom
(bukan ‘muhrim’, karena muhrim berarti orang yang berihrom) yang
bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh
penyimpangannya, semoga Alloh memudahkan kita untuk memahami kebenaran
dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang
melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.

Tutup_aurat_yg_betul_page_2_1

Pertama

Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan
kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31). Selain
keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan
walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan
sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali-red.

Kedua
Bukan busana perhiasan yang justru menarik perhatian seperti yang
banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau
disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai
politik!!!; ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama
muslimin. Sadarlah wahai kaum muslimin…

Ketiga
Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang
mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah,
dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat
yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan
bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

Keempat
Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat
lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid,
maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian.” (HR. Muslim). Kalau
pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi
para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan
berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung?!
Wallohul musta’an.

Kelima
Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos
oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai
perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori)

Keenam
Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiasa
memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah
pakaian yang menjadi ciri mereka.

Ketujuh
Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas
wahai saudariku? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya
demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah
rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab
syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini?
Wallohul muwaffiq.

Birrul Walidain

April 7th, 2007 by huriyah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,ada seorang yang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya berkata :"Wahai Rasulullah,siapakah orang yang paling berhak saya pergauli dengan baik? " Rasulullah menjawab: "Ibumu!" Orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" "Ibumu!" Jawab beliau: "Lalu siapa lagi?" Tanya orang itu,Beliau pun menjawab: "Ibumu!" Selanjutnya bertanya:"Lalu siapa?" Beliau menjawab:"Bapakmu." (Muttafaqun ‘Alaih)Family1

Imam Nawawi mengatakan:"Hadist tersebut memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat, dan yang paling berhak mendapatkannya di antara mereka adalah ibu, lalu bapak,dan selanjutnya orang-orang terdekat.

"Didahulukan ibu dari mereka itu karena banyaknya pengorbanan pengabdian,kasih sayang yang telah diberikannya. Dan karena seorang ibu telah mengandung,menyusui,mendidik,dan tugas lainnya,"

Bersilaturrahim dan berbuat baik kepada orang tua merupakan ajaran yang menjadi ketetapan Kitabullah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah Ta’ala berfirman:  "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya". (Al-Isra’: 23).

Adapun contoh orang-orang yang berbuat baik kepada orang tua antara lain; cerita tiga orang yang terjebak dalam gua, di antara mereka ada yang mengata-kan: "Tidak ada cara yang mampu menyelamatkan kalian kecuali bertawassul dengan amal shalih kalian. Seorang di antara mereka berdo’a: "Ya Allah saya mempunyai dua orang tua yang lanjut usia dan saya sekeluarga tidak makan dan minum di malam hari sebelum mereka berdua, pada suatu saat saya pernah pergi jauh untuk suatu keperluan sehingga saya pulang terlambat dan sesampainya di rumah saya mendapatkan mereka berdua dalam keadaan tidur. Lalu saya memerah susu untuk malam itu, tetapi mereka berdua masih tetap tidur pulas, sementara saya tidak suka jika makan dan minum sebelum mereka. Akhirnya saya menunggu sambil memegang susu hingga mereka berdua ter-bangun, sampai fajar terbit mereka berdua baru bangun lalu meminum susu. Ya Allah jika perbuatan yang telah aku kerjakan tersebut termasuk perbuatan ikhlas karena mencari wajahMu, maka hilangkanlah kesulitan kami dari batu besar ini, lalu batu itu pun bergeser dari mulut gua.

Dari Abdullah bin Umar berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang tidak masuk Surga dan tidak dilihat Allah pada hari Kiamat; Orang yang durhaka kepa-da orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki dan dayyuts. (HR. Ahmad)

Durhaka kepada orang tua adalah perbuatan zhalim besar dan sikap tidak tahu diri.

Bukti cinta dan berbakti kepada orang tua adalah menghormati dan menjaga hubungan persahabatan orang tua dengan teman-temannya. Pada saat seseorang mempererat hubungan persahabatan dengan teman bapaknya, merupakan bukti dalam berbakti kepada orang tua dan pertanda hasil baik pendidikan orang tua kepada anak.


Maka berbuat baik kepada kedua orang tua menjadi keputusan mutlak dari Allah dan ibadah yang menempati urutan kedua setelah beribadah kepada Allah.

Betapa Alloh Sangat Sayang Pada Wanita

April 7th, 2007 by huriyah

Saudariku tahukah engkau betapa beratnya menjadi seorang laki-laki? lelaki diciptakan Allah lebih dibandingkan wanita karena laki-laki akan memanggul tanggung jawab atas wanita, tahukah engkau kenapa?

  1. lelaki bujang menanggung dosa sendiri apabila sudah baligh manakala dosa gadis bujang ditanggung oleh bapaknya.
  2. lelaki yang sudah menikah menanggung dosa sendiri, dosa istri, dosa anak perempuan yang belum menikah dan anak laki-laki yang belum baligh.
  3. lelaki bertanggung jawab atas ibunya dan jika tidak menjalankan tanggung jawabnya maka dosa baginya terlebih untuk anak laki-laki tertua. Sedangkan anak perempuan tidak,perempuan hanya perlu taat pada suaminya. Kalau istri berbuat baik,pahala didapatnya,tapi kalo istri tdk berbuat baik dosa ditanggung suami.
  4. lelaki wajib memberi nafkah bagi istrinya,kalaupun istri membantu mencari nafkah, suami tidak berhak memakan harta istrinya tanpa seizinnya.
  5. di akherat kelak laki-laki akan dimintai pertanggung jawaban atas 4 wanita,yaitu istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.
  6. lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah.

Sedangkan bagi kita kaum wanita,

  1. wanita harus taat terhadap suaminya, tetapi kaum laki-laki wajib taat terhadap ibunya 3x lebih utama dibandingkan pada ayahnya. Bukankah ibu juga wanita?
  2. wanita mendapat bagian harta warisan lebih sedikit dari lelaki,tapi harta tersebut sepenuhnya menjadi haknya dan tidak perlu dibagikan kepada suaminya.Sedangkan suami walaupun mendapat bagian lebih besar, tetapi ia wajib mengeluarkan harta tersebut untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.
  3. wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan, tetapi saat ia melahirkan dia didoakan oleh seluruh makhluk Alloh di muka bumi ini dan malaikat, dan jika ia meninggal saat melahirkan termasuk syahid kecil dan dosanya diampuni Alloh (dosa kecil).
  4. seorang wanita tanggung jawab atas dirinya ditanggung oleh 4 laki-laki,yaitu suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya, dan saudara laki-lakinya.
  5. seorang wanita boleh memasuki syurga dari pintu mana saja yang ia inginkan, dengan syarat sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga kehormatannya.
  6. wanita yang taat kepada suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Alloh menerima pahala seperti pahalanya orang yang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya Alloh begitu sayangnya Alloh pada wanita, kan?

Renungan bersama…

April 6th, 2007 by huriyah

Sungguh merupakan musibah besar yang melanda umat Islam tatkala kaum muslimah keluar dari rumahnya dalam keadaan berpakaian tetapi telanjang. Padahal Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa perempuan-perempuan semacam itu tidak akan mencium bau surga.

Beliau bersabda, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya… (salah satunya) para wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Rambut kepala mereka seperti punuk unta, mereka itu tidak akan mendapatkan baunya surga padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Saudariku, kalau engkau masih mau mendengar nasihat Nabimu maka kenakanlah jilbabmu dengan benar!

Perhatikanlah wanita-wanita muslimah disekeliling kita,bukankah sebagian besar dari mereka menjadi korban budaya barat yang bertamengkan emansipasi? Hampir semuanya mereka tiru; cara berpakaian,cara berinteraksi dengan lawan jenis,bahkan sampai pola pikir yang hanya mengejar dunia semata.

Muslimah dewasa ini dengan bangganya memamerkan auratnya di layar kaca yang ditonton oleh ribuan pasang mata! Allohu akbar!, hanya kepada-Nya lah kami mohon pertolongan

Seorang muslimah yang sholihah yang senantiasa menjaga dirinya, memiliki rasa malu dan memelihara kehormatannya itulah yang dipuji oleh syari’at. Dengan aktivitasnya mengurus rumah dan membekali dirinya dengan ilmu syar’i atau mendidik anak-anak maka dengan demikian ia telah turut serta berusaha mewujudkan masyarakat islami. Melalui tangan-tangan dan didikan merekalah akan terlahir pemuda-pemudi yang berbakti kepada Alloh dan Rosul-Nya. Namun sayang sekali betapa sedikitnya wanita semacam ini.