Archive for April, 2007

Kisah Ali bin Abi Thalib dengan Orang Nasrani

Wednesday, April 18th, 2007

Suatu hari Ali tergesa-gesa untuk menunaikan shalat subuh berjama’ah dengan Rasulullah. Di tengah perjalanan ke masjid,Saidina Ali bertemu dengan orang tua bertongkat yang sedang berjalan sangat perlahan dan ditangannya memegang pelita(lampu) untuk menerangi jalan yang gelap gulita.


Madyan56Ali mengikuti sahaja langkah orang tua itu karena tidak ingin berjalan mendahului orang tua itu karena hormatnya. Setibanya di masjid, Ali bergegas masuk ke masjid dan menemukan Rasulullah sedang ruku’. Kali itu,ruku’ Rasulullah sungguh lama,tidak seperti biasa,seolah-olah menanti Ali turut serta shalat berjama’ah.


Setelah selesai shalat, Ali bertanya, "Ya Rasulullah, kenapakah engkau memanjangkan ruku’ pada kali ini, belum pernah engkau lakukan ini sebelumnya."
Jawab Rasulullah: "Semasa aku ruku’ dan ketika aku hendak i’tidal, tiba-tiba datang Malaikat Jibril dan menekan belakangku. Setelah lama menekan barulah aku dapat i’tidal.

Mendengar itu,Ali pun menceritakan apa yang terjadi semasa perjalanannya ke masjid tadi. Rupa-rupanya Allah telah mengisyaratkan kepada Rasulullah supaya menanti agar Ali dapat ikut serta berjama’ah. Ali dapat shalat subuh nerjama’ah bersama-sama Rasulullah karena sikapnya yang merendah diri dan menghormati orang tua Nasrani itu.

Semoga kita semua bisa mengambil ibroh dari cerita di atas.

Ukhti Indahkan Jilbabmu

Sunday, April 15th, 2007

Besmala4
                                                   

Islam adalah ajaran yang sangat sempurna, sampai-sampai cara
berpakaian pun dibimbing oleh Alloh Dzat yang paling mengetahui apa
yang terbaik bagi diri kita. Bisa jadi sesuatu yang kita sukai, baik
itu berupa model pakaian atau perhiasan pada hakikatnya justru jelek
menurut Alloh. Alloh berfirman:

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu
padahal itu adalah baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu
padahal sebenarnya itu buruk bagimu, Alloh lah yang Maha mengetahui
sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(Al Baqoroh: 216).

Oleh karenanya
marilah kita ikuti bimbingan-Nya dalam segala perkara termasuk mengenai
cara berpakaian.

Perintah dari Atas Langit

Alloh Ta’ala memerintahkan kepada kaum muslimah untuk berjilbab
sesuai syari’at. Alloh berfirman:

“Wahai Nabi katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman
agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.
Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal dan tidak diganggu orang.
Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
(Al Ahzab: 59)

Ketentuan Jilbab Menurut Syari’at

Berikut ini beberapa ketentuan jilbab syar’i ketika seorang muslimah
berada di luar rumah atau berhadapan dengan laki-laki yang bukan mahrom
(bukan ‘muhrim’, karena muhrim berarti orang yang berihrom) yang
bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah yang shohihah dengan contoh
penyimpangannya, semoga Alloh memudahkan kita untuk memahami kebenaran
dan mengamalkannya serta memudahkan kita untuk meninggalkan busana yang
melanggar ketentuan Robbul ‘alamiin.

Tutup_aurat_yg_betul_page_2_1

Pertama

Pakaian muslimah itu harus menutup seluruh badannya kecuali wajah dan
kedua telapak tangan (lihat Al Ahzab: 59 dan An Nuur: 31). Selain
keduanya seperti leher dan lain-lain, maka tidak boleh ditampakkan
walaupun cuma sebesar uang logam, apalagi malah buka-bukaan. Bahkan
sebagian ulama mewajibkan untuk ditutupi seluruhnya tanpa kecuali-red.

Kedua
Bukan busana perhiasan yang justru menarik perhatian seperti yang
banyak dihiasi dengan gambar bunga apalagi yang warna-warni, atau
disertai gambar makhluk bernyawa, apalagi gambarnya lambang partai
politik!!!; ini bahkan bisa menimbulkan perpecahan diantara sesama
muslimin. Sadarlah wahai kaum muslimin…

Ketiga
Harus longgar, tidak ketat, tidak tipis dan tidak sempit yang
mengakibatkan lekuk-lekuk tubuhnya tampak atau transparan. Cermatilah,
dari sini kita bisa menilai apakah jilbab gaul yang tipis dan ketat
yang banyak dikenakan para mahasiswi maupun ibu-ibu di sekitar kita dan
bahkan para artis itu sesuai syari’at atau tidak.

Keempat
Tidak diberi wangi-wangian atau parfum karena dapat memancing syahwat
lelaki yang mencium keharumannya. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Jika salah seorang wanita diantara kalian hendak ke masjid,
maka janganlah sekali-kali dia memakai wewangian.” (HR. Muslim). Kalau
pergi ke masjid saja dilarang memakai wewangian lalu bagaimana lagi
para wanita yang pergi ke kampus-kampus, ke pasar-pasar bahkan
berdesak-desakkan dalam bis kota dengan parfum yang menusuk hidung?!
Wallohul musta’an.

Kelima
Tidak menyerupai pakaian laki-laki seperti memakai celana panjang, kaos
oblong dan semacamnya. Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai
perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki (HR. Bukhori)

Keenam
Tidak menyerupai pakaian orang-orang kafir. Nabi senantiasa
memerintahkan kita untuk menyelisihi mereka diantaranya dalam masalah
pakaian yang menjadi ciri mereka.

Ketujuh
Bukan untuk mencari popularitas. Untuk apa kalian mencari popularitas
wahai saudariku? Apakah kalian ingin terjerumus ke dalam neraka hanya
demi popularitas semu. Lihatlah isteri Nabi yang cantik Ibunda ‘Aisyah
rodhiyallohu ‘anha yang dengan patuh menutup dirinya dengan jilbab
syar’i, bukankah kecerdasannya amat masyhur di kalangan ummat ini?
Wallohul muwaffiq.

Birrul Walidain

Saturday, April 7th, 2007

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu,ada seorang yang datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam seraya berkata :"Wahai Rasulullah,siapakah orang yang paling berhak saya pergauli dengan baik? " Rasulullah menjawab: "Ibumu!" Orang itu bertanya lagi: "Lalu siapa?" "Ibumu!" Jawab beliau: "Lalu siapa lagi?" Tanya orang itu,Beliau pun menjawab: "Ibumu!" Selanjutnya bertanya:"Lalu siapa?" Beliau menjawab:"Bapakmu." (Muttafaqun ‘Alaih)Family1

Imam Nawawi mengatakan:"Hadist tersebut memerintahkan agar senantiasa berbuat baik kepada kaum kerabat, dan yang paling berhak mendapatkannya di antara mereka adalah ibu, lalu bapak,dan selanjutnya orang-orang terdekat.

"Didahulukan ibu dari mereka itu karena banyaknya pengorbanan pengabdian,kasih sayang yang telah diberikannya. Dan karena seorang ibu telah mengandung,menyusui,mendidik,dan tugas lainnya,"

Bersilaturrahim dan berbuat baik kepada orang tua merupakan ajaran yang menjadi ketetapan Kitabullah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah Ta’ala berfirman:  "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya". (Al-Isra’: 23).

Adapun contoh orang-orang yang berbuat baik kepada orang tua antara lain; cerita tiga orang yang terjebak dalam gua, di antara mereka ada yang mengata-kan: "Tidak ada cara yang mampu menyelamatkan kalian kecuali bertawassul dengan amal shalih kalian. Seorang di antara mereka berdo’a: "Ya Allah saya mempunyai dua orang tua yang lanjut usia dan saya sekeluarga tidak makan dan minum di malam hari sebelum mereka berdua, pada suatu saat saya pernah pergi jauh untuk suatu keperluan sehingga saya pulang terlambat dan sesampainya di rumah saya mendapatkan mereka berdua dalam keadaan tidur. Lalu saya memerah susu untuk malam itu, tetapi mereka berdua masih tetap tidur pulas, sementara saya tidak suka jika makan dan minum sebelum mereka. Akhirnya saya menunggu sambil memegang susu hingga mereka berdua ter-bangun, sampai fajar terbit mereka berdua baru bangun lalu meminum susu. Ya Allah jika perbuatan yang telah aku kerjakan tersebut termasuk perbuatan ikhlas karena mencari wajahMu, maka hilangkanlah kesulitan kami dari batu besar ini, lalu batu itu pun bergeser dari mulut gua.

Dari Abdullah bin Umar berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Tiga orang tidak masuk Surga dan tidak dilihat Allah pada hari Kiamat; Orang yang durhaka kepa-da orang tua, wanita yang menyerupai laki-laki dan dayyuts. (HR. Ahmad)

Durhaka kepada orang tua adalah perbuatan zhalim besar dan sikap tidak tahu diri.

Bukti cinta dan berbakti kepada orang tua adalah menghormati dan menjaga hubungan persahabatan orang tua dengan teman-temannya. Pada saat seseorang mempererat hubungan persahabatan dengan teman bapaknya, merupakan bukti dalam berbakti kepada orang tua dan pertanda hasil baik pendidikan orang tua kepada anak.


Maka berbuat baik kepada kedua orang tua menjadi keputusan mutlak dari Allah dan ibadah yang menempati urutan kedua setelah beribadah kepada Allah.

Betapa Alloh Sangat Sayang Pada Wanita

Saturday, April 7th, 2007

Saudariku tahukah engkau betapa beratnya menjadi seorang laki-laki? lelaki diciptakan Allah lebih dibandingkan wanita karena laki-laki akan memanggul tanggung jawab atas wanita, tahukah engkau kenapa?

  1. lelaki bujang menanggung dosa sendiri apabila sudah baligh manakala dosa gadis bujang ditanggung oleh bapaknya.
  2. lelaki yang sudah menikah menanggung dosa sendiri, dosa istri, dosa anak perempuan yang belum menikah dan anak laki-laki yang belum baligh.
  3. lelaki bertanggung jawab atas ibunya dan jika tidak menjalankan tanggung jawabnya maka dosa baginya terlebih untuk anak laki-laki tertua. Sedangkan anak perempuan tidak,perempuan hanya perlu taat pada suaminya. Kalau istri berbuat baik,pahala didapatnya,tapi kalo istri tdk berbuat baik dosa ditanggung suami.
  4. lelaki wajib memberi nafkah bagi istrinya,kalaupun istri membantu mencari nafkah, suami tidak berhak memakan harta istrinya tanpa seizinnya.
  5. di akherat kelak laki-laki akan dimintai pertanggung jawaban atas 4 wanita,yaitu istrinya, ibunya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.
  6. lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah.

Sedangkan bagi kita kaum wanita,

  1. wanita harus taat terhadap suaminya, tetapi kaum laki-laki wajib taat terhadap ibunya 3x lebih utama dibandingkan pada ayahnya. Bukankah ibu juga wanita?
  2. wanita mendapat bagian harta warisan lebih sedikit dari lelaki,tapi harta tersebut sepenuhnya menjadi haknya dan tidak perlu dibagikan kepada suaminya.Sedangkan suami walaupun mendapat bagian lebih besar, tetapi ia wajib mengeluarkan harta tersebut untuk menafkahi istri dan anak-anaknya.
  3. wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan, tetapi saat ia melahirkan dia didoakan oleh seluruh makhluk Alloh di muka bumi ini dan malaikat, dan jika ia meninggal saat melahirkan termasuk syahid kecil dan dosanya diampuni Alloh (dosa kecil).
  4. seorang wanita tanggung jawab atas dirinya ditanggung oleh 4 laki-laki,yaitu suaminya, ayahnya, anak laki-lakinya, dan saudara laki-lakinya.
  5. seorang wanita boleh memasuki syurga dari pintu mana saja yang ia inginkan, dengan syarat sholat 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya, dan menjaga kehormatannya.
  6. wanita yang taat kepada suaminya serta menunaikan tanggung jawabnya kepada Alloh menerima pahala seperti pahalanya orang yang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya Alloh begitu sayangnya Alloh pada wanita, kan?

Renungan bersama…

Friday, April 6th, 2007

Sungguh merupakan musibah besar yang melanda umat Islam tatkala kaum muslimah keluar dari rumahnya dalam keadaan berpakaian tetapi telanjang. Padahal Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa perempuan-perempuan semacam itu tidak akan mencium bau surga.

Beliau bersabda, “Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya… (salah satunya) para wanita yang berpakaian tapi telanjang dan berlenggak-lenggok. Rambut kepala mereka seperti punuk unta, mereka itu tidak akan mendapatkan baunya surga padahal bau surga itu bisa tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim).

Saudariku, kalau engkau masih mau mendengar nasihat Nabimu maka kenakanlah jilbabmu dengan benar!

Perhatikanlah wanita-wanita muslimah disekeliling kita,bukankah sebagian besar dari mereka menjadi korban budaya barat yang bertamengkan emansipasi? Hampir semuanya mereka tiru; cara berpakaian,cara berinteraksi dengan lawan jenis,bahkan sampai pola pikir yang hanya mengejar dunia semata.

Muslimah dewasa ini dengan bangganya memamerkan auratnya di layar kaca yang ditonton oleh ribuan pasang mata! Allohu akbar!, hanya kepada-Nya lah kami mohon pertolongan

Seorang muslimah yang sholihah yang senantiasa menjaga dirinya, memiliki rasa malu dan memelihara kehormatannya itulah yang dipuji oleh syari’at. Dengan aktivitasnya mengurus rumah dan membekali dirinya dengan ilmu syar’i atau mendidik anak-anak maka dengan demikian ia telah turut serta berusaha mewujudkan masyarakat islami. Melalui tangan-tangan dan didikan merekalah akan terlahir pemuda-pemudi yang berbakti kepada Alloh dan Rosul-Nya. Namun sayang sekali betapa sedikitnya wanita semacam ini.

Saudariku, jagalah suaramu…

Friday, April 6th, 2007

Anugerah kecantikan yang Allah berikan kepada wanita dari berbagai sisinya dapat menimbulkan dampak kebaikan dan keburukan baik untuk dirinya sendiri atau lawan jenisnya. Bak mutiara indah yang senantiasa menebarkan kilauannya. Namun kilauan itu juga dapat menjadi ladang kemaksiatan jika tidak dijaga oleh pemiliknya seperti dicuri atau dirampas. Begitu pula keindahan dari seorang wanita akan mengundang keburukan jika tidak dijaga dengan baik. Keburukan yang akan timbul antara lain munculnya fitnah dari dalam dirinya. Sebagaimana telah disabdakan oleh Rosululloh ShollAllahu ’Alaihi Wa salam, bahwa Wanita adalah salah satu perhiasan dunia yang bisa menjadi FITNAH.

Bengonghalf

”Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita.” (Hadits shahih diriwayatkan oleh Muslim no 2740 [97])

Segala keindahan yang terdapat dalam diri seorang wanita harus dijaga, bahkan hal yang dianggap remeh pun seperti “suara”. Tanpa pernah kita sadari, suara juga bisa mendatangkan fitnah, meskipun suara itu keluar bukan dimaksudkan secara khusus untuk melagukannya atau untuk menarik perhatian. Untuk itu Allah telah melarang kaum Hawa untuk berlemah lembut dalam berbicara dengan laki-laki agar tidak timbul keinginan orang yang didalam hatinya terdapat penyakit seperti firman-Nya:

“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara dengan mendayu-dayu sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.” (Al Ahzab: 32)

Saudariku, ayat ini turun untuk memperingatkan kita agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan suara kita. Allah juga melarang wanita untuk tidak berkata dengan lemah lembut dengan laki-laki yang bukan mahromnya.Maka dari itu berbicaralah seperlunya saja dengan laki-laki yang bukan mahrom.

Wahai saudariku, jagalah suara kita agar tidak menjadi fitnah yang besar bagi kaum Adam. Semoga Allah mengampuni kita semua wahai saudariku dengan keindahan-keindahan yang mengandung fitnah ini. Janganlah kita berbangga hati dengan keindahan yang kita punyai karena sesungguhnya di balik keindahan tersebut terdapat ujian bagi kita. WAllahu A’lam Bisshowab

Hargailah Airmata Seorang Wanita

Friday, April 6th, 2007

Thumbibu Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?" "Karena aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya. "Aku tidak mengerti", kata anak itu. Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti" Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?" "Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya. Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.

Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?" Tuhan berkata: "Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan " "Aku memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya " "Aku memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh " "Aku memberinya kepekaan untuk mencintai anak- anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya " "Aku memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya " "Aku memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu " "Dan akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan. Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan." "Kau tahu: Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya." "Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya - tempat dimana cinta itu ada."

Setiap Wanita itu Cantik. ibu..ummi.mak..mama..mummy..semuanya adalah satu..inilah wanita yg paling cantik dan yg pertama kita lihat apabila terpanculnya kita didunia dari itu sayangi lah ibu kita jgn sesekali jadi anak durhaka…insyaALLAH