Resep Berupa Sepuluh Butir Pesan..
Di antara pesan-pesan yang tidak termakan oleh zaman adalah pesan seorang ibu kepada anak perempuannya saat menghadapi pernikahan. Meskipun telah berlalu masa 15 abad dari pesan ini, ia masih tetap sebagai resep yang efektif bagi orang yang ingin mengamalkannya dan memberikan jaminan bagi kesehatan dan kebahagiaan rumah tangganya.
‘Amr ibnu Hajar,raja Kindah dari Dinasti Ghasasinah, telah melamar Ummu Iyas binti ‘Auf bin Muhallam Asy-Syaibani. Ketika hampir tiba saat pernikahannya yang sesudah itu anak perempuannya pasti diserahkan kepada suaminya,sang ibu yang bernama Umamah binti Al-Harits memanggil putrinya sendirian, lalu mengatakan kepadanya suatu pesan yang mengandung dasar-dasar kehidupan rumah tangga yang bahagia dan apa yang harus dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Untuk itu,sang ibu berkata sebagai berikut :
"Wahai anakku sayang, seandainya pesan ini tidak perlu dikemukakan karena keutamaan pekerti orang yang akan diberinya, tentulah ibu tidak akan memberikannya kepadamu. Akan tetapi, pesan ini akan menjadi peringatan bagi orang yang lalai dan akan memberikan bantuan bagi orang yang berakal.
Seandainya seorang wanita tidak memerlukan suami karena kekayaan kedua orang tuanya yang memang sangat memerlukannya, tentulah engkau adalah orang yang paling tidak memerlukannya. Akan tetapi, sudah menjadi kodrat bagi kaum wanita bahwa mereka diciptakan untuk kaum pria, dan sebaliknya kaum pria pun diciptakan untuk mereka.

Wahai anakku sayang, sesungguhnya sebentar lagi engkau akan berpisah dari nuansa tempat kelahiranmu dan akan meninggalkan sarang tempat engkau dibesarkan menuju sarang yang belum engkau kenal dan akan hidup bersama dengan teman yang belum engkau kenal benar. Kelak dia akan menjadi penguasa yang terus mengawasi dan memilikimu. Oleh karena itu, jadilah engkau sebagai budak perempuannya niscaya dia pun menjadi budak laki-lakimu.
Peliharalah terhadapnya sepuluh pekerti berikut, niscaya dia akan menjadi pemelihara bagimu :
- Bersikap khusyu’lah engkau kepadanya dengan menerima apa adanya.
- Tunduk patuhlah engkau kepadanya dengan sebaik-baiknya.
- Perhatikanlah selalu hal-hal yang biasa dilihat olehnya, jangan sampai matanya melihat kamu dalam keadaan buruk penampilan.
- Perhatikan pula apa yang biasa diciumnya, jangan sampai penciumannya mengendus darimu kecuali bau harus yang disukainya.
- Perhatikanlah selalu waktu tidurnya, karena kurangnya tidur akan membangkitkan emosi kemarahannya.
- Perhatikanlah selalu waktu makannya, karena sesungguhnya himpitan rasa lapar akan membakar emosi kemarahan.
- Jagalah hartanya dan layanilah dia.Adapun pokok permasalahan yang berkaitan dengan harta adalah mengaturnya dengan baik.
- Layanilah pula anak-anaknya dan yang berkaitan dengan anak-anak adalah mendidiknya dengan baik.
- Jangan sekali-kali engkau mendurhakai perintahnya, karena sesungguhnya jika engkau melanggar perintahnya, berarti engkau akan membuat dadanya bergejolak.
- Jangan sekali-kali engkau membocorkan rahasianya, karena jika engkau membocorkan rahasianya, berarti engkau tidak akan terhindar dari penghianatannya.
Selanjutnya," janganlah sekali-kali engkau terlihat gembira di hadapannya,sedang dia dalam keadaan murung, dan jangan sampai engkau bersedih di hadapannya, sedang dia dalam keadaan gembira."
Wahai saudariku yang ku sayang, mari sama-sama kita belajar untuk mengamalkan pesan ini satu persatu, supaya kita bisa menjadi istri yang sholihah dambaan suami,insyaAllah.
- Risalah Mukminah Jangan Terpedaya 1-